Panduan 3D lengkap — Jelajahi Keajaiban

2011-12-26

Saat gelombang pertama TV 3D hadir di pasar pada awal tahun 2010, hal tersebut merupakan salah satu peristiwa penting dalam teknologi televisi. Jika Anda ingin membeli TV baru, bacalah untuk mengetahui bagaimana cara kerja teknologi TV 3D, identifikasi apa yang Anda perlukan untuk mulai menonton dan dapatkan jawaban atas pertanyaan umum.

Diterbitkan: 16 September 2010

Penjelasan

3D adalah fitur HDTV standar dengan kemampuan untuk menayangkan gambar tiga dimensi dari konten 3D. Saat ini, dengan semakin berkembangnya katalog film Blu-ray 3D, tersedia beberapa program 3D dalam layanan TV kabel dan TV berlangganan, selain itu semakin banyak dibuat film dan tayangan 3D baru setiap saat. Juga terdapat jaringan kabel 3D lengkap yang saat ini sedang dikembangkan.

Anda dapat menonton 2D di TV 3D

TV 3D memutar program konvensional seperti TV lainnya, dan sebagian besar memiliki fitur yang mengkonversi gambar 2D menjadi 3D. Jika Anda memiliki TV 3D Samsung, cukup tekan tombol; “3D” di remote, pakai Kacamata Aktif 3D Samsung, kemudian nikmati ketegangan 3D dari sumber 2D.

Cara Kerja

1. Lensa pada sepasang kacamata rana-aktif akan berganti-ganti antara hitam dan bening—pertama-tama mata kiri akan ditutup, kemudian mata kanan, kemudian mata kiri, dan seterusnya.

2. Hal ini terjadi selaras dengan TV, yang secara otomatis berganti gambar kiri dan kanan pada dua sudut yang sedikit berbeda.

3. Hal ini terjadi dengan sangat cepat sehingga otak melihat kedua sudut pada saat yang sama, oleh karena itu menciptakan persepsi 3D, seperti dalam kehidupan nyata.

3D Aktif dan 3D Pasif

Dua jenis teknologi 3D yang umum tersedia untuk digunakan di rumah adalah 3D Aktif dan 3D Pasif. Meskipun terdapat banyak perbedaan antara teknologi 3D Aktif dan 3D Pasif, namun perbedaan utamanya adalah kualitas pengalaman 3D. Teknologi 3D Pasif menggunakan kacamata yang memotong resolusi 1080p menjadi separuhnya (540p) untuk masing-masing mata. Kacamata 3D Aktif Samsung memberikan pengalaman HD Full 1080p pada kedua mata.

Saat melihat konten 3D di TV 3D Pasif, tidaklah mengherankan jika samar-samar ditampilkan garis-garis hitam horisontal dari bagian atas layar hingga bagian bawah atau kualitas gambar 3D pada sudut vertikal yang relatif pendek akan hilang. Hali ini tidak akan terjadi jika menggunakan teknologi 3D Aktif Samsung. Teknologi 3D Aktif Samsung secara konsisten menayangkan pengalaman HD 1080p untuk masing-masing mata dan menghasilkan gambar 3D yang luar biasa—bahkan dari sudut hingga 178 derajat.

Tonton dan cari tahu bagaimana cara kerja 3D

Yang Anda Perlukan

1. TV atau Proyektor yang mengaktifkan 3D. Anda dapat menemukan fitur 3D yang tersedia di LCD, LED, dan HDTV plasma dengan teknologi mutakhir. Sebagian besar TV 3D adalah model unggulan dengan kedalaman, resolusi yang tinggi, serta warna yang mengesankan meskipun Anda menonton 3D atau 2D.

2. Pemutar disk Blu-ray yang mengaktifkan 3D, kabel HD, atau boks HD satelit. Untuk memutar disk Blu-ray 3D, Anda memerlukan pemutar Blu-ray yang mengaktifkan 3D serta kabel HDMI kecepatan tinggi untuk menghubungkan TV 3D ke pemutar Blu-ray yang mengaktifkan 3D. Untuk kabel atau boks satelit, tipe yang sudah Anda miliki mungkin dapat berfungsi dengan baik atau Anda dapat berkonsultasi tentang upgrade kepada penyedia layanan.

3. Konten 3D. Saat ini, dengan semakin berkembangnya katalog film Blu-ray 3D, tersedia beberapa program 3D di layanan TV kabel dan TV berlangganan. Konten 3D yang baru dibuat setiap saat—semakin banyak film dan acara yang ditayangkan dan disiarkan dalam 3D dan jaringan kabel 3D lengkap menjadi penghubungnya.

4. Kacamata 3D. Anda tidak dapat menonton 3D tanpa kacamata ini. Dua tipe kacamata 3D yang umum tersedia untuk digunakan di rumah adalah 3D Aktif dan 3D Pasif. Pastikan Anda membeli kacamata yang sama dengan merek TV—teknologi 3D adalah hak milik dari masing-masing produsen, sehingga kacamata buatan suatu perusahaan tidak akan kompatibel dengan TV dari perusahaan yang berbeda.

Tonton dan temukan apa yang Anda perlukan untuk 3D

Pertanyaan Umum

Dapatkah saya menonton TV biasa di TV 3D?
Ya—TV 3D memutar program konvensional, seperti TV lainnya, dan juga dilengkapi untuk memberikan pengalaman yang unik dari konten 3D yang kaya khusus untuk Anda.

Apakah saya harus selalu memakai kacamata 3D saat menonton TV?
Tidak—Anda hanya perlu memakai kacamata khusus saat menonton konten 3D. Jika tidak, TV Anda masih dapat memutar film 2D dan menayangkan dengan cara seperti pada TV biasa. Ingat, tersedia dua tipe kacamata 3D—3D Aktif dan 3D Pasif. Pastikan Anda memiliki kacamata yang tepat untuk TV 3D.

Apa yang dimaksud dengan “mengaktifkan 3D”?
Definisi "mengaktifkan 3D" berbeda-beda tergantung pada produsen, namun khususnya ini berarti bahwa TV dapat menayangkan konten 3D. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah TV Anda dapat menayangkan konten 3D adalah dengan memeriksa situs web produsen atau material fitur.

Cara paling mudah untuk mengetahui apakah TV Anda mengaktifkan 3D adalah dengan memeriksa sambungan “3D Sync Out” di panel belakang.

Apa perbedaan antara 3D alami dan 3D virtual?
3D Alami adalah konten yang difilmkan menggunakan kamera 3D. 3D Virtual adalah konten yang aslinya difilmkan dalam 2D, namun dikonversi ke format 3D oleh TV definisi tinggi Anda. Terdapat perbedaan kualitatif di antara keduanya.

Bagaimana cara membersihkan kacamata 3D?
Cara yang benar dalam membersihkan kacamata 3D adalah dengan membersihkan satu per satu sisi lensa. Kacamata 3D sebenarnya memiliki dua layar pada setiap lensa, sehingga jika Anda menekan sekaligus pada kedua sisinya, maka kedua lensa akan saling berhimpitan, hal ini dapat membuat keduanya lengket dan merusak tampilan 3D. Gunakan kain mikrofiber untuk membersihkan salah satu sisi terlebih dulu, kemudian lanjutkan dengan sisi lainnya.

Hindari penggunaan bahan kimia yang mengandung alkohol, pelarut atau surfaktan, atau bahan kimia seperti lilin, benzena, thinner atau pelumas. Penggunaan bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan perubahan warna atau menyebabkan keretakan pada permukaan lensa. Selain itu, jangan menyemprotkan cairan pembersih secara langsung ke kacamata—namun semprotkan ke kain pembersih.