Memahami Pengurangan Efek Gerakan Tangan

2012-08-06

Pernahkah Anda kecewa setelah tahu bahwa foto atau film yang Anda rekam selama perjalanan ternyata semuanya kabur akibat gerakan tangan? Fungsi stabilisasi kamera dan camcorder dibuat untuk mengurangi efek yang tidak diinginkan secara teknis.

Tip Merekam Film di Camcorder

Dahulu, satu-satunya cara untuk mengurangi efek gerakan tangan adalah dengan menggunakan stabilisasi optik yang terpasang di lensa. Melalui kemajuan teknologi, stabilisasi elektronik dan digital menjadi tersedia. Bagi kita umumnya, istilah ini kelihatannya serupa dan membingungkan. Inilah sebabnya saya ingin membicarakan tentang stabilisasi; atau pengurangan efek gerakan tangan.

Tip Merekam Film di Camcorder

Bagaimana menstabilkannya?


Sensor yang dipasang pada lensa kamera atau perangkat pengolah citra (CCD, CMOS) mendeteksi gerakan tangan dan bergerak berlawanan arah dengan offset efek. Ini adalah metode yang sangat praktis saat merekam saat kurang cahaya.

Apa saja seni stabilisasi yang ada?


Dua metode stabilisasi yang ada untuk mengurangi efek gerakan tangan adalah: stabilisasi optik dan stabilisasi elektronik. Samsung menggunakan metode stabilisasi optik maupun elektronik, yang terintegrasi dalam kamera digital dan camcordernya sesuai dengan karakteristik dan tingkatan produk.

Apa saja seni stabilisasi yang ada?

Optical Image Stabilization (O.I.S)

Sensor dalam lensa mendeteksi gerakan tangan dan menggerakkan lensa berlawanan arah dengan offset efek. Hingga sekarang, hasil stabilisasi optik lebih baik daripada metode elektronik. Tidak seperti camcorder, stabilisasi optik untuk kamera hanya efektif jika kamera dilengkapi lensa anti-goyang.

Nama fungsi stabilisasi gambar secara optik untuk setiap perusahaan.

Samsung - Optical Image Stabilization (O.I.S), SMART O.I.S,
Canon - Image Stabilizer (IS)
Nikon - Vibration-Reduction (VR)
Panasonic- MEGA O.I.S.
Sony- SteadyShot, Active Steady Shot

Nama fungsi stabilisasi gambar secara optik untuk setiap perusahaan.

Stabilisasi Gambar Elektronik

Cara kerja stabilisasi elektronik sedikit berbeda dengan camcorder dan kamera. Di kamera, stabilisasi ini mengurangi efek gerakan tangan dengan menyempurnakan sensitivitas dan meningkatkan kecepatan rana, atau dengan menggerakkan sensor CMOS berlawanan arah dengan gerakan yang terdeteksi.
Di camcorder, hal ini mengurangi efek gerakan tangan dengan memanfaatkan ruang kosong CMOS selama perekaman. Kasarnya, bisa dikatakan inilah perbedaan dalam karakteristik gambar diam dan film.

Nama fungsi stabilisasi gambar secara elektronik untuk setiap perusahaan.

Samsung Digital Image Stabilization, Hyper Digital Image Stabilization (DIS, HDIS)
Sony - Super Steady Shot (SSS)
Konica Minolta - Anti Shake
Pentax - Shake Reduction (SR)

Metode mana yang lebih baik?


Saat pertama stabilisasi elektronik dikembangkan, stabilisasi optik memberikan hasil yang lebih baik. Walaupun stabilisasi optik tetap memberikan hasil yang lebih baik saat ini, kesenjangan di antara kedua metode banyak berkurang karena cepatnya kemajuan teknologi kontrol elektronik. Lebih jauh, karena stabilisasi elektronik lebih serbaguna dan dapat digunakan dalam aplikasi yang lebih luas dibandingkan dengan stabilisasi optik, banyak orang menganggap stabilisasi elektronik akan menjadi lebih populer di masa mendatang.

Metode mana yang lebih baik?

Model-model yang lebih tinggi belakangan ini cenderung menggunakan stabilisasi optik maupun elektronik untuk memaksimalkan kinerjanya. Misalnya, seri kamera terbaru Samsung HMX-S16 menggunakan metode Dual IS; yang mengintegrasikan stabilisasi elektronik maupun optik. Saya harap hal ini membantu Anda memahami stabilisasi atau pengurangan efek gerakan tangan dengan lebih baik. Satu hal yang harus Anda ingat: untuk meminimalkan gerakan tangan, sebaiknya gunakan tripod atau pastikan posisinya stabil saat mengambil gambar atau merekam film, daripada mengandalkan fungsi stabilisasi!

youtube

Perbandingan Film dengan Mengaktifkan dan Menonaktifkan Samsung Smart O.I.S