Efisiensi Sumber Daya

Hemat, gunakan lebih lama, dan gunakan kembali

Gambar visual utama tentang halaman Efisiensi Sumber Daya Alam

Sejak era Revolusi Industri, perekonomian tumbuh disertai dengan penggalian dan eksploitasi sumber daya alam yang sembarangan. Para pakar telah memperingatkan tentang masalah lingkungan akibat penggalian ini dan menipisnya sumber daya di masa mendatang. Samsung Electronics menyadari peringatan ini dan menerapkan berbagai tindakan reaksi.
Dalam proses pengembangan dan pembuatan produk, kami menggunakan sumber daya secara efisien dengan inovasi teknologi serta menemukan cara untuk menggunakan kembali limbah yang tak bisa dihindari dan produk yang sudah tidak terpakai. Kami akan terus berupaya membuat produk yang lebih baik menggunakan lebih sedikit sumber daya serta mengubah limbah elektronik menjadi sumber daya yang dapat digunakan.

KPI Efisiensi Sumber Daya

This infographic shows global product recovery progress and goals. The accumulated recovered volume since 2009. The goal for 2030 is 7.5 million tons, globally.
  • Penerimaan pengembalian barang limbah elektronik global secara kumulatif

  • Penggunaan Plastik Daur Ulang

  • Penggunaan kemasan kertas yang diperoleh dari sumber berkelanjutan

  • Laju daur ulang limbah di Lokasi Samsung.

  • Intensitas penggunaan air

This infographic shows global product recovery progress and goals. The accumulated recovered volume since 2009. The goal for 2030 is 7.5 million tons, globally.
  • Penerimaan pengembalian barang limbah elektronik global secara kumulatif

  • Penggunaan Plastik Daur Ulang

  • Penggunaan kemasan kertas yang diperoleh dari sumber berkelanjutan

This infographic shows global product recovery progress and goals. The accumulated recovered volume since 2009. The goal for 2030 is 7.5 million tons, globally.
  • Laju daur ulang limbah di Lokasi Samsung.

  • Intensitas penggunaan air

Kami bertujuan untuk mewujudkan ekonomi melingkar, saat sumber daya terus digunakan kembali

Untuk melindungi lingkungan dari krisis dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih efisien, Samsung Electronics berupaya penuh untuk berfokus pada sistem ekonomi melingkar. Tak hanya praktik konvensional seputar pemanfaatan sumber daya sekali waktu, Samsung berupaya untuk memastikan sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan kembali melalui pemulihan, penggunaan kembali, dan daur ulang setelah masa guna produk. Dengan mengurangi jenis bahan yang digunakan dan mengoptimalkan metode perakitan, kami telah mengembangkan metode produksi yang menekan pemanfaatan sumber daya. Dengan mengumpulkan produk yang telah mencapai akhir masa guna, kami memulihkan kembali bahan berharga. Melalui ekonomi melingkar ini, Samsung menurunkan jumlah sumber daya alam yang dibutuhkan untuk produksi, mengurangi gas rumah kaca dan polutan dari insinerasi limbah, serta mencegah kontaminasi tanah dan air bawah tanah yang disebabkan oleh tempat penimbunan sampah.

Dari semuanya, cara terbaik untuk melestarikan sumber daya adalah dengan menciptakan produk berkualitas yang tahan lama. Dengan menguatkan daya tahan produk kami sebelum dirilis melalui serangkaian uji keandalan yang ketat dan memberikan layanan perbaikan mudah melalui lokasi layanan global, termasuk pembaruan perangkat lunak berkesinambungan, Samsung memperpanjang masa guna produk untuk semakin berkontribusi dalam ekonomi melingkar dan melestarikan sumber daya.

Struktur ekonomi melingkar diterapkan oleh Samsung Electronics.
A photo of circular economy structure adopted by Samsung Electronics

Kami memberikan hidup baru bagi produk yang sudah mencapai akhir masa pakai.

Membuat sistem ekonomi sirkular adalah faktor penting dan mendasar dalam menekan limbah serta menggunakan sumber daya secara efisien.
Oleh karena itu, Samsung Electronics secara global mengoperasikan Re+ Program, program pengumpulan limbah elektronik. Produk yang masa pakainya telah berakhir dikumpulkan melalui pusat layanan atau unit gabungan pendauran ulang, dan kumpulan limbah elektronik didaur ulang menggunakan metode ramah lingkungan dan digunakan kembali sebagai sumber daya yang bermanfaat. Kami dapat mengumpulkan total 3,55 juta ton produk limbah antara 2009 dan 2018.

This is an image of Samsung Electronics’ Re+ program. Re+ is the most representative resource efficient program of Samsung Electronics.
  • Daftar lembaga untuk penggunaan kembali dan daur ulang berdasarkan negara 89 KB UNDUH
  • Daftar lembaga untuk daur ulang kemasan dan baterai di negara-negara Eropa 162 KB UNDUH

Setelah sumber daya digunakan, mereka diambil kembali, didaur ulang, dan digunakan kembali.

Samsung Electronics beralih dari struktur konsumsi sumber daya sebelumnya, yakni sumber daya sekali pakai yang langsung dibuang, dan melakukan berbagai kegiatan yang mempertimbangkan siklus daur ulang tertutup, yang memulihkan, mendaur ulang, dan selanjutnya menggunakan kembali sumber daya bekas. Sebagai bagian dari upaya untuk menyusun struktur sosial daur ulang, kami pertama-tama menganalisis komposisi produk utama dan menganalisis kembali dari berbagai sudut pandang tentang dampak yang dimiliki masing-masing zat pada keselamatan rantai pasokan, lingkungan, masyarakat, dan ekonomi.

This image shows the typical composition of mobile phones, which are made of 35.1% plastic, 20.2% aluminium, 10.6% steel, 10.0% copper, 8.6% cobalt and 15.5% other materials.
One of the representative cases of Samsung’s recycling efforts is the Asan Recycling Centre, which is established and operated by Samsung. All major metal and plastic that comes out of the recycling centre are re-used to make electronics. Since it was established in 1998, The Asan Recycling Centre has been recycling waste electronics. In 2017 alone, it has processed 357,000 units of refrigerators, washing machines, air conditioners, and IT devices, separating 25.365 tons of major metals (steel, copper, aluminium, etc.) and plastic to be recycled. The plastic from waste electronics, sorted at the Asan Recycling Centre, are supplied to plastic manufacturers who reformulate them for reuse. Using a jointly-developed technology, Asan Recycling Centre has established a closed-loop recycling system that makes it possible to use the renewed plastic in Samsung products. The 1,500 tons of renewed plastic produced through this closed-loop recycling system in 2017 were used in Samsung refrigerators, air conditioners and washing machines. And when you consider the renewed plastic acquired from other channels, approximately 35,000 tons were used in making appliances, TVs, monitors and mobile phone chargers. Copper is separated from major components (wires, compressors, etc.), recycled and used to make other electronics. Another example is cobalt, which is one of the major resources used in mobile phone batteries. To recycle cobalt, it is extracted from lithium-ion batteries and reused as raw materials for batteries. In addition, we are making various attempts to achieve closed-loop recycling of major metal resources, such as using aluminium recovered from discarded mobile phones into frames of certain TV models in 2017.

Salah satu contoh nyata upaya daur ulang Samsung adalah Asan Recycling Centre, yang didirikan dan dioperasikan oleh Samsung. Seluruh logam utama dan plastik yang berasal dari pusat daur ulang digunakan kembali untuk pembuatan perangkat elektronik. Sejak didirikan pada 1998, Asan Recycling Centre telah mendaur ulang limbah elektronik. Pada tahun 2018 sendiri, tempat ini telah memproses 369.000 unit kulkas, mesin cuci, pendingin udara, dan perangkat TI, memisahkan 25,207 ton logam utama (baja, tembaga, aluminium, dll.) serta plastik yang akan didaur ulang. Plastik yang berasal dari limbah elektronik disortir di Asan Recycling Centre, lalu dipasok ke produsen plastik guna diformulasi ulang agar dapat digunakan kembali. Menggunakan teknologi yang dikembangkan bersama, Asan Recycling Centre menetapkan sistem daur ulang siklus tertutup yang memungkinkan penggunaan plastik daur ulang dalam produk Samsung. 2.743 ton plastik daur ulang yang diproduksi melalui sistem daur ulang siklus tertutup pada 2018 ini digunakan dalam produk kulkas, pendingin udara, dan mesin cuci Samsung. Saat Anda menganggap plastik terbarukan tersebut diperoleh dari saluran lain, sekitar 39.000 ton plastik digunakan untuk membuat perabotan, TV, monitor, dan pengisi daya ponsel. Tembaga dipisahkan dari komponen utama (kawat, kompresor, dll.), didaur ulang, dan digunakan untuk membuat perangkat elektronik lainnya. Contoh lainnya adalah kobalt, yang menjadi salah satu sumber daya utama yang digunakan dalam baterai ponsel.

This image shows the waste plastic closed-loop recycling process at the Asan Recycling Centre.

Kami mengubah limbah produksi menjadi sumber daya

Jumlah limbah yang dihasilkan dari pengembangan produk melalui proses produksinya cukup besar. Untuk perangkat elektronik yang kompleks dengan banyak komponen, bahkan kemasannya akan dibuang untuk setiap penambahan komponennya. Di akhir sebuah proyek, banyak produk sampel yang digunakan untuk peningkatan produk semuanya dibuang. Jika semuanya dibakar atau dikubur, lingkungan akan tercemar dan sumber daya akan habis. Agar limbah tersebut dapat digunakan kembali, Samsung Electronics memprosesnya melalui alat pendaur ulang khusus demi meningkatkan hasil bahan daur ulang tertentu. Hasilnya, pada tahun 2016, kami mencapai target mengubah 95% dari seluruh limbah menjadi sumber daya dalam waktu empat tahun lebih cepat dari target awal tahun 2020.

This image shows the waste plastic closed-loop recycling process at the Asan Recycling Centre.

Kami telah mengganti bahan kemasan plastik sekali pakai dengan bahan ramah lingkungan.

Baru-baru ini, polusi plastik di laut, mikroplastik, dan masalah terkait plastik lainnya menjadi topik hangat yang diperdebatkan di seluruh dunia. Sejalan dengan tren tersebut, Samsung Electronics telah menetapkan kebijakan kemasan sadar lingkungan dan mengganti bahan plastik sekali pakai yang digunakan dalam kemasan produk kami dengan kertas, bioplastik, atau bahan ramah lingkungan lainnya. Bioplastik adalah plastik ramah lingkungan dengan kandungan bahan bakar fosil lebih rendah yang diaktifkan melalui penggunaan pati, tebu, dan bahan ramah lingkungan lainnya. Kami juga berencana hanya menggunakan kertas yang memperoleh sertifikasi hutan berkelanjutan pada kemasan dan buku panduan di seluruh produk kami pada 2020.

Penggunaan Bahan Kemasan Ramah Lingkungan
Foto Bahan Kemasan yang Ada untuk Ponsel Pintar dan Bahan Kemasan untuk Galaxy S10
Bahan Kemasan yang Ada untuk Ponsel Pintar - Plastik: Pengisi Daya, Headset, Eartip, Kabel Bahan Kemasan untuk Galaxy S10 - Kertas: Headset, Eartip, Kabel - Bahan Non Kemasan: Pengisi Daya

Perpanjangan Masa Pakai Produk

Memperpanjang masa guna produk melalui layanan pelanggan dan peningkatan daya tahan.

Samsung Electronics berupaya meningkatkan daya tahan produknya dengan menjalankan beragam pengujian, seperti uji kekuatan, ketahanan jatuh, dan masa guna dalam tahap pengembangan produk, sehingga pelanggan kami dapat menikmati performa konsisten lebih lama. Bukan hanya memenuhi standar internasional, kami pun melakukan uji ambang batas, seperti uji lempar dengan berbagai sudut dan material lantai, serta uji tahan air dalam berbagai kondisi.
Samsung juga berupaya untuk meminimalkan penggantian suku cadang dan perbaikan akibat kegagalan produk. Selain itu, kami memfokuskan upaya untuk memperpanjang masa guna produk dengan menyediakan diagnosis singkat terhadap produk dan tindakan perbaikan oleh pakar. Oleh karena itu, kami menyediakan pilihan layanan penjemputan produk dan kunjungan yang mudah untuk perbaikan dan terus memperluas jaringan Care Repair Centers Samsung resmi demi menyediakan layanan diagnosis dan perbaikan yang lebih cepat dan akurat.

Mobile phone durability testing image
"Galaxy Upcycling"
– Pemenuhan Tanggung Jawab Sosial melalui Ponsel yang Telah Dibuang

Sejak 2016, Samsung Electronics terus menjalankan Proyek Galaxy Upcycling, yakni mengubah ponsel pintar Galaxy lama yang tidak lagi digunakan menjadi perangkat IoT baru yang berfungsi. Berkat perangkat IoT tersebut – contohnya pemberi makan hewan peliharaan dan bel pintu – kami mampu meningkatkan kualitas hidup konsumen sembari melindungi lingkungan. Pada 2018, kami melaksanakan proyek pengembangan oftalmoskop murah menggunakan teknologi Galaxy Upcycling sebagai teknologi tepat guna kami. Bekerja sama dengan Project BOM dari Sistem Kesehatan Universitas Yonsei yang didukung Samsung Electronics melalui Tomorrow Solution Program, kami mengembangkan oftalmoskop yang dapat digunakan oleh negara berkembang yang penduduknya tidak dapat memperoleh perawatan medis sebagaimana mestinya karena sulitnya mendistribusikan perangkat diagnosis yang mahal. Akibatnya, banyak penduduk negara berkembang yang diharapkan terbebas dari risiko kebutaan. Selanjutnya, kami berencana memperluas penggunaan teknologi, seperti perangkat diagnosis serviks, guna berkontribusi lebih lanjut dalam menggalakkan kesehatan di negara berkembang. “Galaxy Upcycling Program” bertujuan untuk mengusulkan berbagai konsep, yang tidak hanya mencakup sektor kesehatan, untuk mengurangi limbah sumber daya bekerja sama dengan lembaga yang berupaya mencapai pengembangan berkelanjutan di lingkungan dengan sumber daya terbatas.

Gambar Pemenuhan Tanggung Jawab Sosial melalui Ponsel yang Telah Dibuang

Melestarikan, menggunakan kembali, dan mendaur ulang sumber air yang berharga

Menanggapi krisis sumber daya air global yang semakin serius dan sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan kami, Samsung Electronics mencetuskan Strategi 3R (Mengurangi (Reduce), Menggunakan Kembali (Reuse), Mendaur Ulang (Recycle) untuk sumber daya air. Kami mencegah limbah sumber daya air dengan mengganti katup lama untuk menghentikan kebocoran dan mengembangkan unit pengendalian modern, sehingga hanya jumlah yang dibutuhkan yang digunakan. Selain itu, kami memperbaiki proses agar air dapat digunakan kembali dan konsumsi air berkurang. Sebelumnya, air yang digunakan dalam satu proses tidak dapat digunakan kembali dalam proses lain karena setiap proses memerlukan air dengan standar berbeda. Namun demikian, dengan menetapkan standar air, kini kami dapat menggunakannya kembali dalam beberapa proses. Berkat upaya tersebut, kami dapat memanfaatkan kembali 60.609 ton air pada 2018, yakni 8% lebih tinggi daripada tahun sebelumnya, dan air yang digunakan kembali berjumlah 45,1% dari jumlah total penggunaan air. Kami senantiasa mencari beragam cara untuk mengurangi konsumsi air berbasis intensitas (ton/KRW 100 juta) hingga 50% pada 2020.

This infographic shows the water resource policies. The upside is the basic philosophy, and the downside action guidelines. The basic philosophy is Samsung Electronics recognizes that water resources are important to maintaining a sustainable society and business, and this contributes to fulfilling our social responsibility as a global company to protect such resources. Action guidelines are 1) Strive to minimize water resource risks in business management, 2) recognize the importance of water resources as part of our corporate culture, 3) actively cooperate in complying with public water resources policies, and 4) disclose our water resource policies and activities.
Tempat Kerja Sadar Lingkungan yang berdampingan dengan alam
Gambar latar belakang Laman Tempat Kerja Sadar Lingkungan