Samsung Berdayakan Koperasi Lombok Melalui Teknologi

2016-01-27

Mendukung program One Village One Project bersama Korea Trade Investment – Promotion Agency dan Kementrian Koperasi dan UKM, Samsung memfasilitasi peralatan produksi, gadget, pelatihan bisnis online dan perberdayaan dua koperasi kerajinan tangan di lombok untuk mencapai kehidupan yang lebih baik

Lombok - Nusa Tenggara Barat, 19 January2016 – PT Samsung Electronics Indonesia, sebagai pemimpin pasar ponsel dan televisi di dunia dan di Indonesia, mendukung program One Village One Project (OVOP) bersama Korea Trade Investment – Promotion Agency dan Kementrian Koperasi & UKM untuk meningkatkan produktifitas dan akses informasi bagi dua koperasi kerajinan tangan lokal di Indonesia.

Dukungan ini diwujudkan Samsung dengan memfasilitasi peralatan produksi, gadget dan pelatihan bisnis online untuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin yang berbasis koperasi. Hasil kerajinan tangan khas Lombok ini diproduksi oleh dua koperasi lokal, yaitu Koperasi Wanita Stagen di desa Batu Jai dan Koperasi Harapan Bersatu diBakan Daya. Koperasi Wanita Stagen yang diketuai oleh Ibu Lela Alon Sari menghasilkan Kerajinan tangan Ikat Tenun sudah berdiri sejak tahun 2011. Sementara Koperasi Harapan Bersatu didirikan sejak tahun 2003 diketuai oleh Ibu Nikmah menghasilkan kerajinan tangan Ketak. Kedua koperasi yang didirikan oleh ibu rumah tangga dan kebanyakan anggotanya juga ibu rumah tangga memiliki tujuan mulia yaitu mengajak para ibu rumah tangga di sekitar desa untuk berkarya dengan mengandalkan dan mengembangkan warisan kebudayaan daerah Lombok yang dapat menambah penghasilan bagi keluarga.

“Samsung menjadi pemimpin elektronik, baik di dunia dan di Indonesia, karena kepercayaan konsumen atas produk dan jasa yang terbaik yang kami ciptakan untuk masyarakat dunia. Melalui program OVOP bersama Korea Trade Investment – Promotion Agency dan Kementrian Koperasi & UKM, kami ingin mewujudkan kontribusi kami dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik, khususnya di Lombok. Dalam program ini, kami berkontribusi dengan membekali pelatihan pemasaran bisnis online, Samsung Tab dan fasilitas alat produksi yang diberikan ke Koperasi Wanita Stagen penghasil Kerajinan tangan Ikat Tenun dan Koperasi Harapan Bersatu penghasil kerajinan tangan Ketak. Kami tidak hanya memberikan fasilitas produksi yang berguna untuk meningkatkan produktifitas, namun juga memperkenalkan kedua koperasi ini bagaimana memanfaat teknologi agar terbuka peluang baru untuk meningkatkan pendapatan dan pada akhirnya kesejahteraan mereka,” terang Kang Hyun Lee, Vice President of Corporate Business & Corporate Affairs, PT Samsung Electronics Indonesia. “Dengan dukungan teknologi, para pengrajin dapat lebih mudah berhubungan dengan pelanggan, baik lokal maupun di seluruh dunia. Begitu besar peluang yang diciptakan oleh teknologi, mulai dari gadget, email, social media, sampai e-commerce, yang dapat menjadi manfaat tanpa batas bagi koperasi di Lombok. Kepercayaan konsumen Indonesia yang membuat kami menjadi pemimpin pasar di sini memperkuat komitmen kami dalam berkontribusi untuk negara ini, salah satunya mendorong koperasi dan UKM di Indonesia menjadi lebih maju,” lanjut Lee. Berbagai kendala yang dialami oleh para pengrajin ini di karenakan kekurangan peralatan produksi, kesulitan mendapatkan bahan baku dasar dengan harga yang lebih terjangkau dan kesulitan meningkatkan penjualan. Saat ini kondisi di kedua Koperasi melakukan proses produksi dengan alat tradisional yang ada sehingga diperlukan rentang waktu yang cukup lama untuk menghasilkan sebuah Tenun Ikat maupun hasil kerajinan Ketak. Koperasi yang menyerap hasil kerajinan tangan khas Lombok dari para anggota/pengrajin pun mengalami kesulitan karena sistem pemasaran konvensional yang memiliki keterbatasan dalam menjangkau konsumen Tenun Ikat dan Ketak.

Melalui program One Village One Product, Samsung memberikan tambahan alat-alat produksi kepada kedua Koperasi Kerajinan tangan ini agar berfungsi lebih efektif dalam mengolah bahan baku dasar dan dapat meningkatkan produktifitas mereka. Selain itu, Samsung juga membekali Samsung Tab, pelatihan rutin dan mendasar dalam memanfaatkan dunia online untuk kedua koperasi ini. Pelatihan yang diajarkan ke koperasi ini dimulai dari hal yang paling mudah yaitu cara membuat email, memaksimalkan penggunaan akun sosial media dan langkah-langkah dalam pembuatan fan page. Samsung juga mengajarkan cara mengisi konten di media online termasuk akun sosial media, dengan menunjukan bagaimana proses pembuatan Tenun Ikat menggunakan tangan dan ditenun dari helaian benang melalui proses yang rumit menggunakan mesin tradisional untuk menyelesaikan sepotong kain, bagaimana Kerajinan tangan ketak di anyam dari tanaman liar berbentukakardandibelah-belah menjadi beberapa bagian sehingga dapat di anyam berbentuk tas, tatakan gelas dan lainnya. Fasilitas alat-alat produksi ini digunakan sebagai penghasilan tambahan bagi koperasi untuk memudahkan masyarakat sekitar dalam memintal benang maupun memotong bahan baku berupa rotan dan kayu.

“Kami menyambut baik program OVOP yang dilakukan oleh Samsung bersama Korea Trade Investment – Promotion Agency dan Kementrian Koperasi dan UKM. Kami sangat berharap dengan adanya fasilitas alat produksi, Samsung Tab dan pelatihan pemasaran bisnis online secara bertahap ini dapat menambah keahlian dalam mengelola Koperasi, dan meningkatkan efektifitas sistem produksi sekaligus kreativitas pembuatan kerajinan tangan. Upaya pemberdayaan ini dilakukan baru 3 bulan lalu, namun sudah ada beberapa peminat dan calon pembeli yang menghubungi Koperasi melalui akun sosial media yang dibantu pembuatannya oleh Samsung. Gadget, akun sosial dan fanpage yang diperkenalkan Samsung dapat menjadi asset koperasi untuk memudahkan pembeli mengenal produk-produk koperasi dan menghubungi langsung ke koperasi. Oleh karena itu, kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut untuk meningkatkan pendapat para pengrajin yang berada di Lombok dan sekitarnya,” kata H. Amir Husen, SE., Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, Kab. Lombok Tengah. “Melalui program OVOP kami sangat berharap dapat mewujudkan kemandirian, kreativitas dan kesejahteraan masyarakat setempat, di dukungan Samsung dan Korea Trade Investment – Promotion Agency untuk mendorong pemerintah daerah secara maksimal membuat terobosan dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sehingga meningkatkan potensi pasar produk unggulan daerah menjadi lebih luas,” kata Ir. I Wayan Dipta, MSc, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran , Kementerian Koperasi dan UKM.

Sejalan dengan visi Samsung untuk mewujudkan kemandirian masyarakat, Samsung membekali alat-alat produksi pengolahan bahan baku, pelatihan bisnis marketing online dan pengenalan teknologi kepada koperasi-koperasi lokal di Indonesia, diharapkan dapat memberikan peluang-peluang baru bagi para pengrajin untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Tentang Samsung Electronics

Samsung Electronics Co. Ltd menginspirasikan dunia dan membangun masa depan melalui ide dan teknologi, mendefinisi ulang dunia televisi, peralatan rumah tangga, ponsel pintar, tablet, perangkat wearable, kamera, printer, peralatan kesehatan, sistem telekomunikasi, semikonduktor, dan solusi LED. Kami memimpin era Internet of Things termasuk didalamnya adalah inisiatif Smart Things, jajaran perangkat pintar, dan juga melalui kolaborasi proaktif lintas industri. Kami mempekerjakan 319.000 orang di 84 negara dengan penjualan senilai US$ 196 milyar per tahun. Untuk mendapatkan info selanjutnya dan mendapatkan berita terkini, melihat artikel dan siaran pers, silakan kunjungi Samsung Newsroom di news.samsung.com.