Dalam laporan Lanskap Keamanan Siber Indonesia 2023, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menemukan 1.674.185 data terekspos di darknet sepanjang tahun lalu, baik di forum diskusi hacker maupun jual beli data[1]. Kebocoran ini umumnya berupa data pribadi, seperti nama lengkap, tanggal lahir, e-mail, nomor telepon, alamat, kata sandi, dan sebagainya.
Jika data bocor, risiko menjadi sasaran kejahatan siber semakin besar. Tidak hanya merugikan perseorangan, hal ini juga berdampak pada lingkup yang lebih besar, seperti bisnis atau perusahaan tempat individu tersebut bekerja. Ancaman data breach yang semakin berkembang ini pun menuntut perusahaan untuk meningkatkan keamanan data secara serius hingga ke level individual.