Salah satu hambatan utama dalam adopsi AI di dunia pendidikan adalah ketakutan terhadap teknologi atau "technophobia," yang sering kali menghambat proses pembelajaran. Kekhawatiran ini tidak hanya membatasi penggunaan perangkat berbasis teknologi tetapi juga mengurangi keahlian pengguna dalam memanfaatkan AI. Penelitian Harrison dan Rainer (1992) menunjukkan bahwa ketakutan dalam menggunakan komputer berdampak negatif pada tingkat keterampilan teknologi, dan hal ini relevan dalam konteks integrasi AI dalam pendidikan.
Selain ketakutan, tantangan lainnya adalah kesenjangan akses teknologi di banyak institusi pendidikan di Indonesia. Keterbatasan perangkat, infrastruktur yang belum merata, dan anggaran yang minim memperlambat adopsi AI secara luas. Bahkan ketika perangkat tersedia, siswa dan pengajar sering kali merasa kesulitan untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam rutinitas mereka karena kekhawatiran terhadap kompleksitas penggunaan dan keamanan data.
Untuk mengatasi hambatan ini, diperlukan solusi yang menyeluruh, aman, dan mudah digunakan. Samsung B2B hadir dengan perangkat pembelajaran berbasis AI, seperti Galaxy Tab A9 Enterprise Edition, yang dirancang untuk mendukung proses belajar sekaligus melindungi data pengguna. Dengan pendekatan ini, institusi pendidikan dapat mempercepat adopsi teknologi AI dan menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efisien.