Transformasi HVAC di Indonesia kini dipimpin oleh tuntutan Green Building dan ESG. Artikel ini membahas bagaimana sistem pendingin ruangan berevolusi menjadi komponen strategis dalam efisiensi energi. Tiffany Octavia Pribadi dari Samsung menjelaskan peran SmartThings Pro, platform manajemen terintegrasi yang memanfaatkan data IoT untuk mengoptimalkan HVAC dan perangkat lain, menjadikan gedung lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.
2025-11-07Dalam beberapa tahun terakhir, sektor properti dan konstruksi di Indonesia menghadapi perubahan besar seiring meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi dan keberlanjutan. Perusahaan kini tidak lagi melihat sistem pendingin ruangan (HVAC) sekadar sebagai sarana kenyamanan, tetapi sebagai komponen strategis dalam mencapai tujuan green building dan target Environmental, Social, and Governance (ESG).
Teknologi digital, IoT, dan sistem manajemen terintegrasi menjadi kunci dalam menciptakan bangunan yang tidak hanya efisien secara energi, tetapi juga lebih cerdas, adaptif, dan ramah lingkungan.
Untuk memahami lebih dalam arah transformasi ini, Tiffany Octavia Pribadi, Key Account Manager Integrated B2B, Samsung Electronics Indonesia, membagikan pandangannya tentang evolusi teknologi HVAC dan bagaimana solusi Samsung berperan dalam mendukung smart dan green building di Indonesia.
Menurut Tiffany, tren HVAC di Indonesia kini sangat dipengaruhi oleh dorongan efisiensi energi dan keberlanjutan.
“Jika dulu fokusnya hanya pada pendinginan, sekarang perusahaan menuntut sistem yang hemat energi, ramah lingkungan, sekaligus mendukung regulasi green building,” jelasnya.
Perubahan ini tidak hanya soal inovasi teknologi, tetapi juga perubahan mindset perusahaan dalam mengelola fasilitas. Sistem HVAC yang efisien dapat membantu mengurangi emisi karbon dan menekan biaya energi yang kini semakin banyak diadopsi di Indonesia.
Tiffany menekankan bahwa sistem HVAC merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam konsumsi energi gedung. Karena itu, optimalisasi sistem pendingin menjadi langkah krusial dalam menciptakan bangunan yang berkelanjutan.
“Dengan teknologi yang tepat, HVAC bisa menjadi kunci untuk mengurangi jejak karbon, menekan biaya operasional, dan menciptakan lingkungan kerja yang sehat bagi penghuni gedung,” ujar Tiffany.
Pendekatan baru ini membuat sistem HVAC tidak hanya berfungsi sebagai pendingin, tetapi juga sebagai bagian dari strategi besar perusahaan untuk efisiensi energi dan tanggung jawab lingkungan.
Perkembangan Internet of Things (IoT) membawa revolusi besar dalam pengelolaan HVAC modern. Platform seperti SmartThings Pro dari Samsung memungkinkan integrasi mendalam, di mana pengelola gedung dapat memantau konsumsi energi secara real-time, menyesuaikan suhu spesifik tiap area, serta melakukan prediksi perawatan untuk menghindari kerusakan dini.
“IoT dan smart control tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga menciptakan pengalaman yang lebih nyaman bagi penghuni,” jelas Tiffany.
Teknologi ini juga membantu manajer fasilitas dalam pengambilan keputusan berbasis data, memungkinkan mereka mencapai efisiensi maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan.
Walau manfaatnya besar, transformasi ini tidak lepas dari tantangan.
“Biasanya tantangan ada di investasi awal dan integrasi dengan infrastruktur yang sudah ada,” kata Tiffany.
Namun, ia menambahkan bahwa investasi ini bersifat jangka panjang — karena sistem modern justru menawarkan penghematan energi dan biaya operasional dalam waktu lama. Selain itu, penggunaan sistem yang lebih cerdas membantu perusahaan mendukung target ESG sekaligus meningkatkan daya saing bisnis.
Samsung Business menghadirkan SmartThings Pro sebagai solusi manajemen bangunan terintegrasi (BMS) yang menjadi otak bagi ekosistem Smart & Green Building. SmartThings Pro tidak hanya mendukung sistem HVAC, tetapi juga mengoptimalkan konsumsi energi secara keseluruhan dan meningkatkan kenyamanan melalui kontrol terpusat.
Tiffany menjelaskan bahwa SmartThings Pro memberikan beberapa keunggulan:
“SmartThings Pro membantu menghubungkan berbagai perangkat dan mesin, menjadikan bisnis lebih mudah dipantau dalam satu aplikasi,” ungkap Tiffany.
Dengan solusi ini, Samsung membantu perusahaan mencapai keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan keberlanjutan.
Melihat 3–5 tahun ke depan, Tiffany memprediksi sistem HVAC akan semakin berbasis AI dan data analytics, memungkinkan pengaturan suhu yang lebih presisi dan efisiensi energi yang lebih tinggi.
“Pengelola gedung perlu mulai menyiapkan infrastruktur digital serta mindset sustainability agar siap menghadapi perubahan ini,” tambahnya.
Dengan persiapan yang tepat, perusahaan dapat bertransformasi menuju smart building ecosystem yang tidak hanya efisien dan nyaman, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan.
Transformasi HVAC bukan sekadar inovasi teknis, ini adalah bagian penting dari perjalanan menuju bangunan yang cerdas dan berkelanjutan. Perusahaan yang lebih cepat beradaptasi dengan teknologi akan memiliki keunggulan dalam efisiensi, kenyamanan, dan tanggung jawab lingkungan.
Samsung Business Indonesia hadir sebagai mitra strategis dalam mewujudkan visi tersebut, dengan SmartThings Pro yang berfungsi sebagai platform manajemen pintar untuk masa depan smart & green building.
Pelajari lebih lanjut solusi Samsung untuk efisiensi energi dan smart building di sini https://www.samsung.com/id/business/system-air-conditioners/
E-mail: b2b.id@samsung.com
No. telp.: (021) 2958 8000
Hubungi tim penjualan kami untuk mendiskusikan opsi terbaik untuk bisnis Anda.
Butuh dukungan? Hubungi para ahli kami untuk mendapatkan dukungan khusus produk dan bantuan teknis.
Kami akan membantu Anda menemukan solusi yang tepat bagi bisnis Anda.
Dengan memilih LANJUTKAN, Anda akan memasuki situs web
situs web diatur oleh kebijakan privasi, tingkat keamanan, dan ketentuan penggunaannya sendiri
Terima kasih!
Pertanyaan Anda telah berhasil dikirimkan. Kami akan segera menghubungi Anda.