Produk-produk mobile Samsung Business Indonesia dirancang dengan performa andal dan fitur-fitur yang sangat bermanfaat bagi UMKM. Lebih dari sekadar perangkat, solusi keamanan, pengelolaan data, dan mPOS juga dihadirkan sehingga UMKM dapat menjalankan digitalisasi lebih efektif.
1. Galaxy A15 Enterprise Edition (EE)
Didukung prosesor octa-core, memori 8GB/128GB, layar besar 6,5” FHD+ Super AMOLED, dan baterai 5.000mAh, pelaku UMKM dapat menjalankan berbagai aplikasi bisnis seharian dengan nyaman dan lancar.
Fungsi Dual SIM memungkinkan penggunaan nomor pribadi dan bisnis secara terpisah, tanpa harus membawa dua perangkat ke mana-mana. Selain itu, pelaku UMKM dapat mengoperasikan bisnis tanpa khawatir serangan siber dengan adanya sistem keamanan Samsung Knox Vault yang melindungi data pengguna secara menyeluruh.
2. Galaxy Tab A9 Enterprise Edition (EE)
Dengan Knox mPOS Enabler, Galaxy Tab A9 EE dapat diubah menjadi perangkat POS yang aman. Terhubung dengan berbagai perangkat secara nirkabel, misalnya thermal printer untuk mencetak struk lebih mudah dengan konektivitas LTE, Wi-Fi, dan Bluetooth.
Fitur split screen memungkinkan pengguna menjalankan hingga 3 aplikasi sekaligus dalam satu layar—bekerja jadi lebih efisien, tak perlu berpindah-pindah aplikasi. Memori 64GB dapat ditambah hingga 1TB dengan microSD untuk menyimpan data, termasuk konten promosi dan dokumen transaksi, dalam jumlah besar.
3. Knox Manage
Knox Manage memungkinkan pelaku UMKM mengontrol dan mengelola perangkat mobile dari jarak jauh secara efektif. Solusi ini membantu memastikan bahwa perangkat digunakan sesuai kebijakan bisnis dan aman dari penyalahgunaan.
Fitur unggulan dari Knox Manage, Kiosk Mode, membatasi aplikasi dan fungsi yang dapat dijalankan di perangkat. Dengan pilihan konfigurasi Single-App Mode, Multi-App Mode, dan Browser Mode, pemilik UMKM dapat memastikan perangkat hanya digunakan untuk keperluan spesifik, misalnya Mobile Point of Sales (mPOS) dan layanan pelanggan, menjaga fokus dan efisiensi operasional.
4. Knox Asset Intelligence
Dengan Knox Asset Intelligence, pelaku UMKM bisa mengelola aset digitalnya secara efektif. Dengan fitur pelacakan lokasi dan pemantauan kondisi perangkat, pelaku UMKM dapat memastikan karyawan berada di tempat yang seharusnya dan perangkat berfungsi dengan baik.
Selain itu, pelaku UMKM dapat melihat aplikasi mana yang paling sering digunakan oleh karyawan dan mendeteksi perangkat yang lama non-aktif. Informasi ini bisa digunakan untuk mengoptimalkan operasional agar tidak ada pemborosan waktu maupun sumber daya.
5. Knox Capture
Tak perlu perangkat pemindai tambahan, pelaku UMKM dapat mengubah perangkat bisnis Samsung menjadi alat pemindai barcode profesional dengan Knox Capture. Tentunya ini dapat menjadi solusi hemat bagi UMKM yang memiliki anggaran terbatas.
Knox Capture memanfaatkan kamera perangkat mobile untuk memindai barcode. Hasil pemindaian dari Knox Capture dapat diintegrasikan dengan aplikasi bisnis lain sehingga memudahkan pelaku UMKM dalam mengontrol stok barang, mencatat data transaksi, dan melayani pelanggan.
6. Knox Mobile Enrollment (KME)
Melalui KME, pendaftaran perangkat ke sistem serta proses konfigurasinya dapat dilakukan secara massal. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat memastikan setiap perangkat yang digunakan karyawan sudah dikonfigurasi dengan aplikasi dan kebijakan keamanan yang sesuai sebelum digunakan.
Fungsi ini sangat bermanfaat bagi pemilik UMKM yang ingin mempercepat implementasi teknologi digital dalam bisnisnya. Karena tak perlu melakukan pengaturan satu per satu secara manual, pelaku UMKM dapat menghemat waktu dan tenaga untuk fokus pada pengembangan bisnisnya.