Indonesia, dengan ratusan juta penduduknya, menjadi sasaran empuk serangan siber, khususnya pencurian data. Menurut laporan Cyber Crime Statistic tahun 2022, Indonesia bahkan menempati posisi ketiga dunia dalam kasus peretasan data (data breach), mencapai 13,2 juta akun[1]
Serangan siber jenis ini banyak menargetkan sektor keuangan, seperti bank digital, e-wallet, serta platform kredit dan pembiayaan. Data pribadi nasabah menjadi komoditas berharga yang diincar para pelaku cyber crime. Sepanjang tahun 2023, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melaporkan adanya 47.729 anomali trafik di sektor keuangan, 56,23% diantaranya merupakan aktivitas malware[2].