Tips

Membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis di era AI

Temukan cara sederhana untuk membantu siswa tetap ingin tahu dan berpikir kritis ketika AI menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari. Artikel ini membagikan ide yang mudah diterapkan di kelas serta sumber daya profesional untuk mendukung penggunaan AI yang bertanggung jawab.

2026-02-16

Kecerdasan Buatan (AI) kini telah menjadi bagian dari pembelajaran sehari-hari. Siswa menemukannya saat menerjemahkan teks, mencari informasi, menggunakan fitur text-to-speech, atau menelusuri video dan konten yang dipilih secara otomatis untuk mereka. Banyak dari alat ini bekerja di balik layar, sehingga siswa tidak selalu menyadari ketika AI memengaruhi apa yang mereka lihat maupun hasilkan.

Ketika guru membantu siswa mengenali momen-momen tersebut, mereka menjadi lebih sadar dalam mengevaluasi informasi. Siswa mulai mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam dan mengandalkan penilaian mereka sendiri, bukan sekadar menerima hasil apa adanya.

Guru juga mulai melihat perubahan di ruang kelas. Siswa yang ingin tahu kini bisa mendapatkan jawaban lebih cepat dari sebelumnya, namun tidak selalu memikirkan secara mendalam dari mana jawaban tersebut berasal. Riset terbaru Samsung menunjukkan bahwa 81 persen guru1 khawatir siswa terlalu bergantung pada AI sehingga dapat melemahkan keterampilan berpikir kritis mereka. Karena itu, pendampingan menjadi semakin penting agar siswa dapat menggunakan AI secara bijak dan bertanggung jawab.

Tanpa pendampingan, penggunaan AI dapat menimbulkan risiko

Ketika informasi terlihat rapi dan dihasilkan dengan cepat, siswa dapat menganggapnya akurat tanpa mempertanyakan proses terbentuknya. Guru juga semakin sering menemukan jawaban yang tampak seperti dibuat oleh AI, dengan sedikit penjelasan atau bukti pemikiran siswa sendiri.

 

Ketergantungan ini melampaui tugas menulis. Siswa dapat menggunakan alat penerjemah, generator gambar, atau mengandalkan hasil pencarian tanpa mempertanyakan makna, akurasi, bias, atau sumbernya. Akibatnya, pemahaman dapat menjadi dangkal, di mana jawaban terdengar meyakinkan tetapi tidak didukung oleh penalaran yang jelas.

 

Banyak siswa juga belum menyadari bahwa AI dapat menghasilkan informasi yang keliru, mencerminkan bias, atau menimbulkan pertanyaan terkait orisinalitas. Tanpa bimbingan, jawaban yang terdengar meyakinkan dapat dengan mudah disalahartikan sebagai pengetahuan yang dapat dipercaya.

Literasi AI memperkuat praktik yang sudah dilakukan guru

Literasi AI bukan tentang menguasai setiap alat baru atau mengikuti semua perkembangan teknologi. Pada intinya, literasi AI adalah tentang membantu siswa berpikir dengan cermat, mengajukan pertanyaan, dan bertanggung jawab atas cara mereka menggunakan informasi.

 

Guru telah melakukan hal ini setiap hari. Ketika mereka menggali penalaran di balik jawaban siswa, meminta bukti pendukung, atau mengajak refleksi atas suatu keputusan, mereka memperkuat pentingnya pertimbangan yang matang dibandingkan jawaban otomatis. Seiring AI semakin hadir dalam pembelajaran, kebiasaan ini menjadi semakin relevan.

 

Dengan menempatkan penggunaan AI dalam kerangka penalaran, etika, dan akuntabilitas, guru membantu siswa melihat teknologi sebagai pendukung pembelajaran, bukan jalan pintas. Pendekatan ini menjaga agar proses berpikir, bukan alat, tetap menjadi pusat pembelajaran di kelas.

 

Samsung Learning Hub mendukung pendidik dalam perjalanan ini

Seiring AI menjadi bagian yang semakin nyata dalam pembelajaran sehari-hari, guru semakin diharapkan untuk membuat keputusan yang tepat mengenai bagaimana teknologi digunakan di kelas. Membantu siswa berpikir secara jernih dan bertanggung jawab tentang AI dimulai dari pemahaman tentang apa yang dapat dilakukan teknologi ini, di mana keterbatasannya, dan mengapa penilaian manusia tetap penting.

Samsung Learning Hub2 menyediakan titik awal melalui rangkaian kursus bertema AI, termasuk Introduction to Artificial Intelligence, AI in Action, dan Charting the Future with AI. Kursus-kursus ini membangun pemahaman dasar tentang cara kerja AI, bagaimana teknologi ini digunakan di berbagai industri, serta pertimbangan etis yang menyertainya. Dengan memperkuat pemahaman pendidik tentang konsep, tren, dan risiko AI, platform ini mendukung percakapan yang lebih bijak mengenai penggunaan AI dan membantu guru membimbing siswa dengan lebih percaya diri di tengah perkembangan teknologi digital.

1news.samsung.com/us/samsung-partners-with-emma-grede-and-mark-cuban-to-inspire-the-next-generation-of-stem-innovators/

2Samsung Learning Hub tersedia di pasar tertentu.

Berlangganan

Berlangganan

Permintaan Informasi Bisnis

Hubungi tim penjualan kami untuk mendiskusikan opsi terbaik untuk bisnis Anda.

Hubungi tim penjualan kami untuk mendiskusikan opsi terbaik untuk bisnis Anda.

Dukungan Teknis

Butuh dukungan? Hubungi para ahli kami untuk mendapatkan dukungan khusus produk dan bantuan teknis.

Butuh dukungan? Hubungi para ahli kami untuk mendapatkan dukungan khusus produk dan bantuan teknis.